Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah pelaku industri kreatif mulai resah.
Sebuah platform lokal bernama Wefluence disebut-sebut sebagai ancaman baru bagi agensi digital yang selama ini mendominasi pasar endorsement.
Isunya satu: Wefluence memungkinkan brand langsung bekerja sama dengan kreator tanpa perantara, tanpa negosiasi rumit, dan hanya membayar saat kontennya benar-benar perform.
Namun, saat ditelusuri lebih dalam, justru di sinilah letak transformasinya. Wefluence bukan menghancurkan industri, tapi menghapus inefisiensi yang selama ini menguras anggaran brand dan memiskinkan kreator.
Dengan sistem pay-per-performance, kreator tidak lagi harus viral untuk dibayar. Mereka cukup relevan, orisinil, dan efektif.
Banyak brand mulai pindah karena sistem lama terlalu bergantung pada agensi yang menagih mahal di awal tanpa jaminan hasil.
Di sisi lain, banyak kreator pemula yang dulunya tak pernah dilirik agensi, kini bisa konsisten menghasilkan income dari kampanye UGC yang transparan.