Wefluence Insider
Kenapa Brand Lebih Percaya UGC daripada Influencer Sekarang? Ini Jawaban Sebenarnya
2025-07-24 18:14:44
Kenapa Brand Lebih Percaya UGC daripada Influencer Sekarang? Ini Jawaban Sebenarnya

Dulu, brand berlomba-lomba membayar mahal para influencer untuk mempromosikan produk mereka. Tapi sekarang, tren bergeser. Konten buatan pengguna alias User Generated Content (UGC) justru dianggap lebih efektif dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan konversi.

Sebuah riset dari Nielsen menyebutkan bahwa 92% konsumen lebih percaya pada konten yang dibuat oleh sesama pengguna dibandingkan iklan langsung dari brand. Alasannya sederhana: UGC terasa lebih otentik, jujur, dan relevan. Sementara itu, influencer dengan jutaan followers seringkali dianggap “dibayar untuk ngomong bagus” — dan publik makin sadar akan itu.

Fakta menariknya, UGC tidak harus datang dari akun besar. Bahkan konten dari akun kecil sering kali justru lebih relatable dan mendapat engagement yang lebih tinggi. Ini membuat brand mulai memprioritaskan micro creator yang bisa bikin konten alami, bukan endorse yang terkesan scripted.

Di sinilah sistem baru seperti Wefluence muncul, memungkinkan siapa pun menjadi UGC creator dan dibayar berdasarkan performa kontennya. Bayarannya dihitung per 1.000 views, seperti sistem YouTube — bukan lagi sistem "dibayar di awal" tanpa hasil yang jelas. Brand hanya membayar ketika kontennya benar-benar perform, dan kreator bisa langsung cuan dari konten yang mereka unggah. Tanpa calo, tanpa agensi.

Mungkin ini awal dari akhir era influencer. Yang otentik sekarang lebih menang.

Kunjungi wefluence.id dan lihat bagaimana sistem ini bekerja. Jangan sampai ketinggalan gelombang besar UGC di Indonesia.