TikTok Shop dan tren "shoppertainment" mengubah cara orang Indonesia belanja. Di tengah ledakan UGC, UMKM harus memanfaatkan peluang baru ini atau tertinggal. Statista mencatat sosial commerce mendorong hampir 80% transaksi digital di Indonesia[391320148670878†L60-L63], dan pasar diproyeksikan mencapai US$22,8 miliar pada 2028[391320148670878†L34-L38]. Kekuatan komunitas dan konten adalah pendorong utamanya.
UGC TikTok Shop: Strategi UMKM Raup Omzet
TikTok Shop kini menjadi pusat perniagaan digital. Indonesia adalah pasar TikTok Shop terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 125 juta pengguna[391320148670878†L103-L105]. Penonton menyukai video pendek dan siaran langsung yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan penjual. Data menunjukkan enam dari sepuluh orang Indonesia melakukan pembelian melalui live shopping pada 2024 dan 83% pernah mengikuti live shopping[391320148670878†L89-L92]. Format ini memadukan hiburan dan kepercayaan, terutama ketika kreator menampilkan produk secara real time. Bagi UMKM, konten UGC yang spontan dan jujur dapat menjangkau audiens lebih luas dibanding iklan tradisional.