JAKARTA – Sebuah fenomena baru yang disebut "Clipper" kini menjadi perbincangan hangat di kalangan Generasi Z.
Profesi ini mengubah aktivitas pasif menonton video panjang, seperti podcast atau streaming, menjadi sumber penghasilan yang diklaim bisa melampaui Upah Minimum Regional (UMR).
Para "Clipper" ini pada dasarnya adalah kurator konten. Mereka bertugas menemukan, memotong, dan mengedit klip-klip pendek paling menarik dari konten berdurasi panjang untuk didistribusikan ulang ke platform video pendek seperti TikTok dan Reels.
Fenomena ini difasilitasi oleh hadirnya platform teknologi baru, salah satunya Wefluence.
Wefluence, yang sebelumnya dikenal sebagai platform penghubung brand dengan kreator UGC (User-Generated Content), kini memperluas ekosistemnya dengan merangkul para "Clipper".
Model yang digunakan adalah pay-per-1000-views (bayar per 1000 tayangan). Ini berarti, baik kreator UGC maupun Clipper, dibayar berdasarkan performa aktual dan viralitas konten yang mereka buat atau distribusikan, bukan lagi berdasarkan tarif tetap di awal.